Menghargai hidup dengan memaknai arti dari sebuah kejujuran

By Pedoman Hidup - Oktober 20, 2017



Tulisan ini saya tulis ketika saya berada di dalam penjara dimana waktu itu tiba-tiba terlintas dalam hati dan pikiran saya ketika saya melihat kondisi saudara-saudara saya yang yang mengorbankan beberapa dari sisa hidupnya di dalam penjara hanya untuk hal yang sia-sia, yaitu menipu.

Ketika kita memutuskan untuk menipu (Berbohong) maka pada saat itu kjita bukan saja sedang menipu/membohongi orang lain, melainkan kita juga sedang menipu/membohongi diri kita sendiri. Karena sebenarnya hati nurani kita tahu kalau apa yang kita perbuat itu tidak berkenan di hadapan TUHAN, tetapi kita memutuskan untuk mengabaikan nya. Sungguh sangat menyedihkan, karena kita di perbudak dan juga di tipu oleh keinginan kita sendiri, sehingga kerajaan ALLAH jauh daripada kita. Oleh karena itu sadarilah akan keadaan hidup kita sekarang, bahwa yang kita lakukan penuh dengan kemunafikan berubahlah! dan mulai lakukan apa yang benar dan berkenan di mata TUHAN. Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan selalu jatuh ke dalam lubang yang sama. Tetapi orang yang sadar bahwa dirinya sangat di kasihi oleh TUHAN, dan juga sadar bahwa TUHAN hidup dalam dirinya dan selalu menyertainya, dia akan bangkit dan terus bangkit, sehingga dia akan menjadi terang. Bahkan di tengah kegelapan yang sangat pekat sekalipun terang KRISTUS yang ada dalam dirinya akan selalu bersinar.

Apa yang kita putuskan untuk lakukan pada saat ini, akan sangat mempengaruhi apa yang akan terjadi terhadap diri kita di kemudian hari. Renungkanlah dalam hati kecil kita yang paling dalam, keputusan apa yang akan kita ambil? Putuskan mulai detik ini untuk siapa kita mau hidup. Untuk TUHAN, atau untuk memuaskan keinginan kita dengan menipu dan terus mengikuti hawa nafsu kita?
Jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing. :)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar