Bangkit dari keterpurukan!

By Pedoman Hidup - Oktober 18, 2017


foto : twospies ..

Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami beberapa pengalaman buruk ataupun pahit dalam hidupnya. Seperti di tinggal oleh orang-orang yang mereka cintai, kehilangan pekerjaan, atau bahkan harus mengalami pengalaman pahit mendekam di dalam penjara.

Sekedar berbagi cerita, hampir semua pengalaman-pengalaman di atas pernah saya alami sendiri. Saya adalah anak yang di lahirkan dari keluarga dengan keturunan suku batak, yang berarti sejak saya lahir saya sudah di ajak berkeliling (merantau) kota oleh kedua orang tua saya. Lahir dan besar di perantauan membuat saya sempat beberapa kali harus berpindah sekolah karena tempat yang kami tinggali tidak sesuai dengan yang di harapkan oleh ayah saya. Pengalaman berpindah-pindah sekolah seringkali membuat saya terkadang menjadi sulit berbaur dengan anak-anak seumuran lainnya.

Singkat cerita, saya akhirnya besar di salah satu kota besar yang ada di pulau jawa. Yaitu kota terakhir tempat perantauan keluarga saya, Bandung. Sesuai dengan judul yang saya bahas hari ini "Bangkit", saya mau mengulas satu dari sekian banyak pengalaman terburuk dalam hidup saya, yaitu Mendekam di dalam penjara. Pengalaman hidup dalam penjara saya dapatkan ketika usia saya 26 Tahun. Saya tersangkut masalah hukum terkait penggelapan yang saya lakukan di tempat saya bekerja. Masa-masa muda saya memang sangat hancur berantakan dan banyak hal-hal yang tidak berguna saya lakukan di masa muda saya, sehingga saya banyak melakukan hal-hal yang kacau. Salah satunya dengan memuaskan jiwa saya dengan uang. Kelanjutannya sudah bisa di tebak, uang yang saya kejar (dengan cara melanggar hukum) semasa hidup saya berubah menjadi bom waktu yang padah akhirnya membuat saya harus berhubungan dengan masalah hukum. Saat pertama kali ketika saya di tangkap oleh polisi dan di masukan ke dalam sel tahanan rasanya seperti dunia ini sudah berakhir buat saya. Rasa kecewa, marah, sedih semuanya bercampur menjadi satu. Yang ada hanyalah rasa penyesalan, dan bayang-bayang masa depan saya yang harus saya lalui di balik jeruji besi. Hampir setengah tahun waktu di dalam penjara saya gunakan hanya untuk menangisi keadaan saya dengan terus meratapi nasib. Sampai suatu waktu akhirnya saya menyadari bahwa hidup saya ini berharga, dan hidup yang berharga ini tidak layak jika di sia-siakan dengan diisi dengan berbagai macam hal-hal yang sia-sia seperti meratapi nasib dan terus menyalahkan diri sendiri. Di satu sisi saya sadar bahwa apa yang sudah saya lakukan sebelumnya sehingga membuat saya masuk ke dalam penjara adalah murni karena kesalahan saya. Di sisi lainnya saya sadar betapa hidup saya ini berharga, dan saya sadar bahwa apa yang saya alami di dalam penjara adalah konsekuensi dari perbuatan saya dahulu, dan saya bertekad untuk menata ulang kembali kehidupan saya mulai dari nol. Saya mampu bangkit dari keterpurukan dan bisa kembali menata ulang kehidupan saya hanya karena satu hal, saya sadar hidup saya berharga. Ya berharga, sadari itu kawan! jangan sia-siakan hidupmu, meskipun orang lain menganggap mu tidak berguna. Ingatlah bahwa dirimu berharga, bukan orang lain yang menentukan kamu berharga atau tidak, tapi TUHAN, yang menciptakan mu dengan penuh kasih sayang sedang melihatmu dengan penuh cinta, dan kamu sangat berharga di bagi-NYA.

Hanya ketika aku sadar bahwa aku berharga di mata TUHAN yang akhirnya mampu membuat aku bangkit, begitupun dengan kamu. :)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar