Dewasa dalam menanggapi fenomena politik yang terjadi di indonesia
By Pedoman Hidup - Oktober 23, 2017
Foto : Qureta ..
Baru-baru ini kita di hebohkan oleh berbagai fenomena politik di negara kita tercinta ini. Mulai dari rohingya, kasus korupsi e-ktp yang menyeret ketua DPR Setya Novanto yang tak kunjung usai, isu pembelian 5000 senjata, hingga pelantikan gubernur jakarta yang baru Anies Baswedan beserta wakilnya Sandiaga Uno.
Dari sekian banyak fenomena politik yang terjadi di indonesia tidak sedikit masyarakat yang akhirnya ikut menanggapi fenomena tersebut dan terlibat konflik satu sama lain karena memiliki perbedaan pendapat. Beredarnya berita-berita tersebut melalui berbagai media sosial serta situs-situs yang membawa kepentingan politik menjadi salah satu pemicunya. Yang menjadi permasalahan bukanlah dari isi berita tersebut, melainkan isu-isu yang di tambahkan dalam berita tersebut. Maraknya isu pki dan sara yang di tambahkan dalam setiap berita seringkali membuat masyarakat menjadi terpecah dan terlibat dalam setiap perdebatan yang tidak ada habisnya.
Menyikapi hal tersebut, kiranya kita sebagai warga negara indonesia harus semakin dewasa dalam membaca setiap berita dan jangan mau di adu domba oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab. Sangat sering saya menjumpai akun-akun media sosial serta beberapa situs yang mengatasnamakan agama tetapi isinya penuh dengan politik berseliweran dimana-mana. Miris memang melihatnya, karena sekarang agama pun sudah digunakan sebagai alat politik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang hendak memecah belah persatuan rakyat indonesia. Kita harus ingat! dulu negara ini berhasil merebut kemerdekaan nya melalui darah para pejuang yang sedikitpun tidak pernah mementingkan suku, agama dan golongan. Baik itu mereka yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, ataupun mereka yang berasal dari suku yang berbeda mati di medan pertempuran untuk satu tujuan, NKRI.
Mengingat hal tersebut, kiranya kita sebagai masyarakat yang sudah menikmati hasil dari perjuangan para pahlawan tersebut makin dewasa dan bijaksana dalam menyikapi suatu berita, dan jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu murahan yang mengatasnamakan agama, suku dan golongan yang hendak memecah belah persatuan kita sebagai suatu bangsa yang besar. Perubahan bangsa ini di mulai dari diri kita sendiri sebagai bagian dari NKRI. :)





